Nurul Huda Setu

Organisasi di Lingkungan Sekolah

√ 11 Contoh Organisasi di Lingkungan Sekolah | DosenSosiologi.Com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu.

Di dalam organisasi masing-masing individu akan bekerja sama satu sama lain untuk mencapai kepentingan bersama.

Bentuk-bentuk organisasi ada berbagai macam, tergantung pada lingkungannya.

1. Organisasi Kelas

Organisasi kelas adalah organisasi yang dibentuk di setiap kelas yang ada di sekolah.

Organisasi kelas dibentuk agar memudahkan para siswa dalam satu kelas itu untuk melaksanakan tugas-tugas kelas secara bersama-sama.

Setiap organisasi kelas mempunyai Pengurus Kelas yang terdiri dari Ketua Kelas, Wakil Ketua Kelas, Sekretaris, dan Bendahara, di tambah dengan seksi-seksi tertentu sesuai kebutuhan, seperti seksi Kebersihan, Ketertiban, dan Kesehatan.

Banyak sedikitnya seksi-seksi sangat tergantung pada luasnya bidang tugas organisasi.

Semakin luas bidang tugas yang harus dilaksanakan, semakin banyak seksi yang dibutuhkan untuk menjakankan tugas-tugas untuk mencapai tujuan organisasi kelas.

Organisasi kelas dibina oleh seorang guru sebagai Wali Kelas.

Masing- masing pengurus mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya dalam kepengurusan.

2. Gugus Depan Pramuka

Gugus Depan Pramuka adalah organisasi di sekolah yang dibentuk untuk melaksanakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler Pramuka.

Pramuka adalah kependekan dari Praja Muda Karana.

Di setiap sekolah dibentuk satu Gugus Depan Pramuka yang terdiri dari kelompok putra dan kelompok putri.

Masing-masing kelompok mempunyai kegiatan dan administrasi sendiri.

Gugus Depan Pramuka di sekolah bisa dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu:

a. Pramuka Siaga untuk siswa usia 7 – 10 tahun;

b. Pramuka Penggalang untuk siswa usia 11 – 15 tahun;

c. Pramuka Penegak untuk siswa usia 16 – 20 tahun;

d. Pramuka Penggalang untuk usia 21 – 25 tahun;

e. Pramuka Pembina untuk orang dewasa.

Vaksinasi pada Peserta Didik untuk Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

 

Webinar Vaksinasi Peserta Didik

Salah satu upaya pemerintah mengurangi learning loss pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Tentu saja pelaksanaaan PTMT dilakukan berdasarkan SKB 4 menteri dan memenuhi daftar periksa. PTMT boleh dilakukan bagi daerah zona aman pemaparan Covid-19 serta guru sudah melakukan vaksinasi.

Pemerintah sangat fokus dengan ini. Apalagi saat penyebaran virus Covid-19 semakin massif dan mudah menyerang anak-anak. Hak anak tetap harus diberikan. Namun tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak. Oleh karena itu, pemberian vaksin tidak hanya diberlakukan untuk tenaga pengajar, namun juga harus diberikan bagi peserta didik.

“Guru yang sudah vaksinasi 1 ada sekitar 2,23 juta dari 5,6 juta. Kemudian yang sudah divaksin 2 ada 1,75 juta. Jadi masih cukup banyak guru-guru kita yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi. Sementara itu, peserta didik atau remaja yang sudah divaksin tahap 1 menurut data 4 Agustus 2021, sebanyak 1,09 juta . Jumlahnya baru 4% dari sasaran kita. Kemudian yang mendapatkan vaksin tahap 2 dari remaja ada 57.000 orang atau 0,2%,” tutur Direktur Jenderal PAUD, Dikdasmen Jumeri S.TP. M.Si., saat membuka acara webinar bersama Direktorat Sekolah Dasar yang bertajuk ‘Vaksinasi pada Peserta didik untuk Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)’, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Dirjen PAUD, Dikdasmen bersama Direktorat Sekolah Dasar akhirnya menyelenggarakan webinar terkait vaksinasi pada peserta didik untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya vaksinasi bagi tenaga pendidik dan peserta didik. Dari sisi keilmuan, banyak ahli menyebeut apabila 70% dari populasi di sebuah wilayah sudah diberikan vaksinasi maka penularan Covid-19 pun akan rendah.

Pondok Pesantren Nurul Huda Setu Bekasi

 

Pesantren Nurul Huda pada dini berdirinya mengatur Madrasah Diniyyah Awwaliyyah( MDA) serta pada tahun 2005 mulai merintis Raudlotuul Athfal( RA Bunga Bangsa) serta Madrasah Ibtidaiyyah( MI Nurul Huda)

Dalam perjalannya Yayasan ini lalu bertumbuh serta pada tahun 2007 menemukan program dorongan penguasa ialah Austraia Indonesia–Basic Education Program( AI- BEP) dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyyah Nurul Huda serta Pondok Pesantren Baru. Pada dikala berbarengan pula dibuka Madrasah Aliyah Nurul Huda bagaikan wujud komitmen yayasan hendak tersedianya tahapan pembelajaran yang lebih tinggi, perihal ini tidak bebas dari desakan serta kemauan warga dekat.

Pada tahun 2012 Yayasan Nurul Huda Setu mulai merintius Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Insan Nasional berplatform pesantren, dengan membuka bidang Metode Pc serta Jaringan( TKJ) serta Metode Sepeda Motor( TSM). Berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Insan Nasional pula tidak bebas dari desakan warga dekat buat memperkenalkan sekolah berplatform Keterampilan/ ketrampilan, mengenang posisi geografis warga yang berbaada di area indutri yang lalu bertumbuh.

Serta pada Tahun 2013 Yayasan Nurul Huda Setu mendirikan Sekolah Dasar Islam Nurul Huda yang terletak di area Pondok Pesantren Modern Nurul Huda dengan besar tanah lebih dari 2 hektar terdapat di dusun Cikarageman Kecamatan Setu.

PENGASUH
KH. Dawam Sartoni

PENDIDIKAN
Pendidikan Formal
1.   Raudlotuul Athfal (RA Bunga Bangsa)
2.   Madrasah Ibtidaiyyah (MI Nurul Huda)
3.   SD Islam Nurul Nuda
4.   Madrasah Tsanawiyyah Nurul Huda
5.   Madrasah Aliyah Nurul Huda
6.   SMK Insan Nasional

Pendidikan Non Formal
1.   Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Assya’roniyyah
2.   Madin Assya’roniyyah
3.   Tahfidzul Qur’an
4.   Madrasah Murottil Qur’an (MMQ) Metode Yanbu’a
5.   Sorogan Kitab
6.   Latihan Lajnah Batshu Masa’il (LLBM)

EKSTRAKURIKULER
1.   Kitab Kuning
2.   Bahtsu Masa’il
3.   Pidato
4.   Seni Kaligrafi
5.   Seni Hadroh
6.   Seni Tilawah Qur’an
7.   Khitobiyah
8.   Pembacan Maulid & Sholawat Majelis Sholawat Kubro )
9.   Jam’iyyah Santri
10.   Football Club
11.   Futsall Club
12.   Volly Ball Club
13.   Badminton

FASILITAS
1.   Masjid
2.   Asrama Pesantren
3.   Gedung Sekolah
4.   Gudang
5.   Perpustakaan
6.   MCK/WC
7.   Laboratorium Komputer
8.   Laboratorium Bahasa
9.   Ruang tamu
10.   Kopontren
11.   Dapur
12.   Aula
13.   Lapangan
14.   Kantor
15.   Kantin
16.   Ruang Praktekum Ketrampilan: Menjahit, Bengkel, Komputer

ALAMAT
Jl Kojengkang Kp Sawah RT 01/ RW 08 Cikaregeman-Setu, Kota Bekasi
Kode Pos: 17326

Upacara HUT ke-76 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Istana Merdeka

Presiden Joko Widodo atau Jokowi atau Jokowi menjadi Inspektur Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa (17/8/2021). Jokowi tampak mengenakan pakaian adat Provinsi Lampung yang didominasi warna merah putih dalam upacara HUT ke-76 RI ini.

Paskibraka mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara HUT ke-76 RI di halaman Istana Merdeka, Selasa (17/8/2021).

Berdasarkan pantauan di Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan didampingi Wapres Ma’ruf Amin tiba di mimbar upacara sekitar pukul 09.55 WIB. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Jokowi kemudian mengajak tamu undangan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Lalu, Menteri Agama membacakan doa.

Selanjutnya, para Pasukan Pengibar bendera pusaka (Paskibraka) memasuki lapangan upacara untuk melakukan tugasnya. Adapun yang bertugas mengibarkan bendera adalah Tim Indonesia Tangguh.

Ardelia Muthia Zahwa yang merupakan perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara terpilih sebagai pembawa Bendera Merah Putih. Dia terlihat mengambil Bendera Merah Putih yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Tiga lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo.

Kemudian, Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat, dan Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Lampung.

Pada pukul 10.22 WIB, Tim Indonesia Tangguh berhasil menyelesaikan tugasnya. Bendera merah putih berkibar di halaman Istana Merdeka.

Sama seperti tahun 2020, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini pun hanya dihadiri oleh undangan terbatas yang terlibat dalam rangkaian upacara peringatan.

Hal tersebut dilakukan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat karena pandemi Covid-19 yang masih melanda.