Pembukaan MAKESTA 2018 di Nurul Huda Setu

Pembukaan MAKESTA 2018 di Nurul Huda Setu

Kaderisasi atau regenerasi pengurus dalam suatu organisasi dibutuhkan agar organisasi tersebut mampu terus mempertahankan ekistensinya dan visi misi yang diperjuangkan dapat terus pula dipertahankan, dilanjutkan agar kebermanfaatannya dirasakan oleh warga masyarakat secara umum, dan warga nahdliyin pada khususnya, baik di tingkat pusat, maupun di tingkat daerah. Event Pembukaan Makesta 2018 di Nurul Huda Setu dengan tema “Membentuk Generasi Muda Aswaja Yang Berkualitas” adalah salah satu upaya dalam keberlanjutan organisasi pemuda tingkat pelajar, IPNU dan IPPNU di tingkat kecamatan Setu- Bekasi.

Pada event kegiatan Pembukaan Makesta 2018 di Nurul Huda Setu yang dilanjutkan  dengan kegiatan lainnya pasca pembukaannya berlangsung selama 3 hari. Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) ini diselenggarakan di yayasan Nurul Huda Setu. Dalam rangka kaderisasi anggota IPNU dan IPPNU di tingkat kecamatan Setu kabupaten Bekasi, maka perlu dibentuknya pengurus struktural di tingkat kecamatan (PAC) di bawah pengurus kabupaten. Regenerasi pengurus pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan Setu ini adalah yang pertama kalinya di kecamatan Setu. Para peserta kaderisasi Makesta 2018 ini berasal dari beberapa pesantren/ sekolah diantaranya yaitu ponpes Nurul Huda Setu, ponpes Istana Yatim, Miftahul Ulum, Al-Mutmainah, Al-Maghfiroh, dan SMAN 3 Cikarang Barat.

 

Pembukaan Makesta 2018 di Nurul Huda Setu

pembukaan makesta nurul huda setu

pembukaan makesta 2 nrurl huda setu

pembukaan makesta nurul huda setu c

Pada acara pembukaan, setelah dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan shalawat Badar, dilanjutkan dengan sambutan PJ Makesta, sambutan Tuan Rumah (KH. Atok Romli Musthofa, M.Si), sambutan Ketua IPNU kabupaten Bekasi, sambutan ketua IPPNU kabupaten Bekasi dan diakhiri dengan doa penutup.

Dalam sambutannya KH Atok Romli Musthofa,Msi selaku ketua umum Yayasan Nurul Huda Setu dan juga selaku tuan rumah merasa sangat antusias dengan acara tersebut. Karena acara ini adalah regenerasi pengurus NU di tingkat pelajar, maka untuk itu dengan semangat ke-Aswaja-an dapat memperkenalkan lagi NU kepada para peserta dan lebih mendalami lagi hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi NU, pengkaderan NU, penguatan amaliyah-amaliyah NU,dan penguatan kebangsaan, sehingga ke depannya generasi muda, kader-kader calon pengurus pelajar NU tersebut dapat terus konsisten memperjuangkan ke-NU-an yang diwariskan dari pendiri NU terdahulu, K.H Hasyim Asyari, pada saatnya nanti kelak menjadi generasi muda penerus bangsa yang Insya Allah dapat memberi manfaat kepada umat, agama, bangsa dan negara tanpa paham radikal sesuai dengan Pancasila.

 

 

Add Comment