Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX

Harlah ke XI & Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX

Salah satu momen bersejarah, mengharukan  dan dinantikan yang mungkin dialami dan dirasakan seseorang yang telah menyelesaikan studinya adalah momen wisuda. Wisuda biasanya bermakna pertanda bahwa seseorang yang berstatus pelajar di tingkat apapun itu sudah menyelesaikan satu fase/satu jenjang pendidikannya, pelepasan & pengukuhan secara simbolik resmi dengan serangkaian seremonial acara,  seseorang telah mengakhiri/merampungkan pendidikannya, yang pada saatnya nanti bila didukung dengan cita-cita, usaha dan kemauan dan upaya yang sungguh-sungguh, juga dukungan dari sekolah/madrasah dan orang tua akan berlanjut ke jenjang lain yang lebih tinggi jika itu siswa SD atau MTS berlanjut ke MTS/ MA ,atau  berlanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi jika wisudawan adalah lulusan SMA/MA akan melanjutkan studinya untuk kuliah ke PTN favorit pilihan masing-masing, atau melanjutkan melamar pekerjaan untuk bekerja jika mempunyai skill yang cukup memadai sesuai tuntutan dunia kerja bila wisudawan adalah alumni SMK. Pada hari minggu, tanggal 13 Mei 2018, rangkaian acara Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX yang dilaksanakan di Yayasan Nurul Huda Setu  adalah event terbesar  dan termegah di penghujung tahun ajaran 2017/2018.

Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX

Tidak berbeda dari tahun sebelumnya Yayasan Nurul Huda Setu melepas/meluluskan kurang lebih 250 orang wisudawan dan wisudawati dari berbagai tingkatan pendidikan. Yaitu dari UP RA, MTs, MA dan SMK yang membedakan dari sisi waktu jika dibandingkan tahun sebelumnya pada malam hari, maka  pada momen Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX tahun ini dilaksanakan pagi hari sampai bada dzuhur. Sehingga secara konsep penataan panggung dan tema yangg diusung juga berbeda. Panggung dikonsep dengan mengadopsi ragam budaya lokal seperti adanya wayang yang terdapat pada sisi background banner dan tokoh tokoh wayang yang terdapat pada sisi kanan kiri panggung. Terimakasih kepada pak Jaka dan tim pubdekdok yang telah mengkonsep dan manggagas panggung sedemikian rupa sehingga tampak unik dan menarik walaupun sisi etnik nya tidak terlalu terlihat menonjol jika panggung dilihat dari kejauhan. But it’s ok dan konsep panggung Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX ini menurut saya adalah konsep terunik yang tak pernah muncul pada desain-desain panggung pada tahun sebelumnya.

Persiapan untuk Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX ini mulai dari penggagasan  konsep awal, tema, konsep acara, konsep kostum, desain panggung, para pengisi acara tamu/pejabat penting yang diundang dan lainnya memakan waktu sekitar 3 bulan sampai eksekusinya. Tentunya dengan persiapan yang cukup semua pihak berharap acara ini dapat berjalan lancar dan tertib tanpa halangan apapun.  Haflah ke IX kali ini terbilang istimewa karena juga bertepatan dengan Harlah 11 tahun Yayasan Nurul Huda Setu. 11 tahun sudah Yayasan Nurul Huda Setu berkiprah di dunia pendidikan di mana para alumninya telah tersebar hampir ke berbagai belahan  Nusantara. Baik itu alumni yang sedang melanjutkan studi S1 maupun yang telah menyelesaikan pendidikannya hingga meraih gelar Sarjana. Pada umumnya alumni yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sebagian besar adalah alumni dari MA Nurul Huda Setu namun sebagian ada juga alumni dari SMK INSAN NASIONAL. Mungkin inilah yang memberi inspirasi kepada panitia Haflah Akhirussanah Nurul Huda Setu ke IX untuk mengusung tema “Membentuk Pribadi Berakhlak dan Berwawasan Nusantara”.

 

Acara dimulai sekitar pukul 07.30 yang dibuka oleh MC dari guru-guru SDI yaitu bu Rukmini dan bu Maryati pada sesi pra acara.  Untuk pengisi acara pada sesi pra acara yaitu penampilan penampilan dan hiburan  dari adik adik RA Bunga Bangsa dan SDI Nurul Huda seperti paduan suara dan membaca Alquran/Tahsin. Dilanjutkan dengan penampilan dari MTS yaitu tari Saman, deklamasi Puisi , tarian daerah  Manuk Dadali yang dibawakan oleh siswi SMK kelas XI, dan juga Tim Perkusi gabungan dari SMK INSIO dan MA Nurul Huda Setu yang membawakan lagu-lagu khas daerah seperti Manuk Dadali dan sebagainya dengan format perkusi yang atraktif dan cukup menghibur hadirin, wali wisudawan, wali murid dan para undangan.

 

Pada sekitar pukul 09.10 wisudawan memasuki area lapangan futsal yang sudah diset kursi plus tenda dan tempat duduk masing masing wisudawan sesuai dengan UP masing masing tingkatan pendidikan. Pak Acang berduet dengan bu Yayah menggantikan MC sebelumnya yang telah bertugas pada saat sesi pra acara karena acara telah memasuki sesi acara inti. Pak Acang dan bu yayah menyampaikan pada pembukaan acara inti sekilas info tentang sejarah berdirinya Yayasan Nurul Huda Setu dan keberadaan juga eksistensi Nahdlatul Ulama yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengobarkan semangat cinta tanah air bangsa dan negara Indonesia. Kemudian paduan Suara menaiki panggung berturut- turut menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Hymne Bekasi dan lagu kebanggaan almamater di Nurul Huda Setu sebuah karya pak Cipto berkolaborasi dengan pak Zul, yaitu lagu Mars Nurul Huda. Semua hadirin berdiri menyanyikan lagu bersama dengan tim paduan suara MA Nurul Huda.

 

 

 

Acara dilanjutkan dengan sambutan sambutan yaitu sambutan berturut turut yaitu antara lain, Ketua Umum yayasan Nurul Huda Setu, KH Atok Romli Mustofa M.Si. Kepala Desa Cikaregeman, Ketua Komite bapak Zein, Sekjen PP Ansor sekaligus pengagas SantriVersitas, H. Adung Abdul Rohman, yang pada kesempatan itu menyampaikan kekagumannya dan takjubnya pada Madrasah dan Pondok Pesantren Nurul Huda karena para siswa-siswi, santri dan alumninya diajarkan untuk mencintai 3 hal yang menurut beliau penting dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu antara lain cinta tanah air, cinta Pancasila, mempertahankan paham Ahlussunah wal Jamaah dan mencintai almamater  dimana hal tersebut dapat ditemukan dalam lirik Mars Nurul Huda yang dinyanyikan setiap tahun saat event wisuda. Lanjut ke  Tausiyah dari salah satu Guru Besar dari  Universitas Lebanon, Syaikh Dr. Fadi Alamudin yang menyampaikan tentang Tauhid, secara singkatnya pemahaman Allah SWT ada tanpa tempat dan arah. Setelah Tausiyah, berlanjut dengan prosesi seremonial pengukuhan wisudawan wisudawati yang dipanggil satu demi satu bergantian di atas panggung yang dikukuhkan oleh masing masing Kepsek per UP dari tingkatan  RA, MTs, MA dan SMK INSAN NASIONAL, yaitu ibu Ratna Naily Najah, S.Pdi, bapak Didik Faridi, SS, bapak Eka Sukriswandi, S.S dan ibu Erna Tikasari, S.Pd. Tak ketinggalan pemilihan alumni terbaik/teladan dari jenjang MTS, MA & SMK yang diraih oleh antara lain ananda Adi Tias Susanti dari MTS, ananda Hambali Putra Perkasa dari UP MA, dan ananda Miftahul Fauzi dari SMk INSAN NASIONAL.

 

 

Segenap dewan Guru, ustadz -ustadzah yayasan Nurul Huda Setu mengucapkan Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikannya di Yayasan Nurul Huda Setu. Semoga dapat melanjutkan ke ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan pernah merasa lelah untuk berdoa dan berikhtiar menggapai cita cita menjadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain di masa depan. Semoga ilmu yang ananda sekalian dapatkan dan pelajari di bangku madrasah maupun pondok pesantren kelak nanti menjadi bekal, ilmu yang berguna dan bermanfaat, dapat memberi kontribusi yang berarti untuk masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Add Comment